KSP Dorong Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis Usai Ribuan Kasus Keracunan

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – MonitorS.id

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul maraknya kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah. Evaluasi itu, menurutnya, mencakup perbaikan mekanisme hingga kelembagaan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

“Memang harus ada perbaikan mekanisme, perbaikan kelembagaan, dan perbaikan dari berbagai macam sisi. Ini sedang berlangsung prosesnya. Ini sudah menjadi wake up call, bagaimana agar program ini bisa diperbaiki secepat-cepatnya. Yang kita khawatirkan adalah insiden di daerah terpencil yang belum sebaik penanganannya seperti di kota besar,” ujar Qodari di Jakarta, Sabtu (20/9/2025), dikutip dari ANTARA.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga kini, tercatat 5.626 kasus keracunan MBG di puluhan kota dan kabupaten yang tersebar di 17 provinsi. Angka ini melonjak drastis dibanding akhir Juni lalu yang masih berada di kisaran 1.376 kasus. Hanya dalam tiga bulan, jumlah korban, termasuk siswa dan guru, meningkat lebih dari empat kali lipat.

Kasus terbaru bahkan terjadi berturut-turut pada pekan lalu. Pada Rabu (17/9), lebih dari 300 anak di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mengalami keracunan, disusul sehari setelahnya 569 anak di Garut, Jawa Barat, dengan gejala serupa.

Founder dan CEO Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Diah Saminarsih, menilai peristiwa ini hanyalah “puncak gunung es”. Ia berpendapat, jumlah kasus sebenarnya bisa jauh lebih besar, mengingat pemerintah belum memiliki dasbor pelaporan yang transparan dan bisa diakses publik.

Baca Juga:  Wakapolri Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Kostoeri

Di tengah kondisi ini, muncul dua opsi yang ramai diperbincangkan masyarakat sipil: menghentikan sementara program MBG untuk dilakukan evaluasi total, atau menghentikannya secara permanen dengan mengalihkan anggarannya ke sektor pendidikan. Sejumlah orangtua murid bahkan mulai menyuarakan kegelisahan, menilai keselamatan anak lebih penting dibanding sekadar penerimaan makanan gratis.

Kekhawatiran publik kian memuncak setelah beredar surat dari sekolah yang memuat persetujuan orangtua terhadap MBG, termasuk tanggung jawab jika terjadi keracunan atau kehilangan peralatan makan. Surat tersebut juga disebut-sebut berisi larangan menyebarkan informasi keluar terkait kasus keracunan.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat tersebut. Ia memastikan saat ini pemerintah tengah melakukan evaluasi mendalam atas kejadian luar biasa ini. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membentuk Satgas KLB guna mengawal penanganan kasus serta perbaikan program ke depan.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato dan laporan capaian kinerja terakhirnya masih menekankan capaian penerima program MBG yang telah menjangkau lebih dari 21 juta anak. Namun, sejumlah pihak menilai fokus pemerintah kini harus beralih pada aspek keselamatan dan kualitas, bukan hanya kuantitas penerima.

(TIM RED)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hafni Haviz Dorong Eselon 3 Diseleksi, Perkuat Kinerja JFP Candra
Guru Honorer Rp144 Ribu, MBG Rp335 Triliun: Negara Salah Prioritas?
HUT ke-69 Jambi, Pemkot Sungai Penuh Tanam Pohon Serentak
Bupati Solok Ingatkan ASN soal Disiplin, Kontrol Publik Jadi Penentu Perubahan Kinerja
Hujan Deras Hentikan Duel SAGA FC vs MMP FC, Laga Akan Diulang dari Babak Pertama
Cupak Putra Tak Terbendung! Siap Tantang Pemenang Saga vc MMP
Huller Era FC Lumat Simpang Putra 3 – 0 di penutup Babak Penyisihan SRC
Drama Adu Penalti Leader FC Singkirkan Basamo FC
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:37 WIB

Hafni Haviz Dorong Eselon 3 Diseleksi, Perkuat Kinerja JFP Candra

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:25 WIB

Guru Honorer Rp144 Ribu, MBG Rp335 Triliun: Negara Salah Prioritas?

Selasa, 3 Februari 2026 - 06:16 WIB

HUT ke-69 Jambi, Pemkot Sungai Penuh Tanam Pohon Serentak

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:32 WIB

Bupati Solok Ingatkan ASN soal Disiplin, Kontrol Publik Jadi Penentu Perubahan Kinerja

Rabu, 1 Oktober 2025 - 19:47 WIB

Hujan Deras Hentikan Duel SAGA FC vs MMP FC, Laga Akan Diulang dari Babak Pertama

Berita Terbaru