*Beberapa Elemen Menyoroti Pembangunan Jalan Ruas Suban-Tanjung Jaya yang Terkesan Asal Jadi*

- Penulis

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lampung Selatan MonitorS id

*Diduga Ada Pengurangan Material Dan Tak Sesuai Spektek Lapisan Penetrasi Jalan di Desa Karang Jaya Tabur*

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merbau Mataram, Lampung Selatan ,- Beberapa Elemen Masyarakat yang terdiri dari Beberapa LSM dan Media turun ke Lapangan menindaklajuti laporan masyarakar Desa Karang Jaya kecamatan Merbau Mataram terkait kegiatan rekonstriksi jalan ruas Suban ke Dusun Tanjung Jaya yang saat ini baru dilakukan lapisan penetrasi ( lapen ).

Dari Pantauan LSM PRL, LSM HIMAL, LSM LIPR dan Forum Pers Independent Indonesia ( FPII ) Lampung pada pembangunan jalan Lapen sampai dengan hotmix yang sedang dikerjakan oleh CV. Raden Mas Cendikia dengan menelan anggara kurang lebih 4,2 Milyar yang bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Selatan terkasan asal jadi dan diduga tidak sesuai spesifikasi dan teknis serta diduga kuat ada pengurangan material terutama aspal.

Hal ini disampaikan Aminudin S.P dari FPII Lampung selaku juru bicara tim pemantau yang turun ke lokasi pekerjaan kamis (13-10-2022)

Dugaan pekerjaan jalan tidak sesuai spektek dan pengurangan material ini menurutnya sangat beralasan, karna melihat lapisan pemetrasi tabur dimana-mana sepanjang ruas jalan sepangjang 3.150 kali 3 meter tersebut.

Diduga oleh pelaksana pekerjaan/ rekanan ada pengurangan aspal sehingga lapisan batu tidak merekat dengan baik dan sempurna. Seperti yang diketahui jalan sepanjang 3.150 meter dengan lebar 3 meter tersebut seharusnya menghabiskan aspal drum sebanyak 186 drum atau menghabiskan 29 ton aspal.

Selain itu secara ternis pelaksanaan penyiraman aspal tidak sesuai. Semestinya lapisan penetrasi ( lapen ) seharusnya dilakukan tiga kali cotting, yaitu cotting pertama diatas batu 5/3, diatas batu 3/2 dan diatas batu 2/1. Namun dari hasil pantauan tim ini dan melihat langsung pelaksanaan, pekerja hanya melakukan cotting sekali yaitu diatas batu 2/1.

Baca Juga:  Sidang Paripurna Ranperda APBD Kabupaten Solok Diwarnai Intruksi

“Iya kami berkesimpulan berdasarkan dari hasil pemantauan kami kuat dugaan pembangunan jalan ini tidak sesuai yang diharapkan, tidak sesuai spektek dan ini kuat dugaan ada unsur korupsi dengan mengurangi volume material terutama aspal dan tidak tidak sesuai spektek.
Oleh sebab itu kita akan terus mengawal pekerjaan ini sampai selesai pembangunan lapisan hotmix. Dan kemungkinan kita akan melaporkan hasil pantauan kita ke aparat penegak hukum sesuai dengan fungsi kita sebagai kontrol sosial.

Sementara Ismail selaku petugas dari UPT Pekerjaan Umum Kecamatan Merbau Mataram yang dihubungi melalui saluran telpon kamis (13-10-2022) mengaku bahwa dirinya dilibatkan langsung untuk melakukan pengawasan yang ditugaskan dari Dinas Pekerjaan Umum Lampung Selatan.

Terkait ada nya lapen yang tabur, hal tersebut diakui Ismail. Dan sebagai pengawas, Ismail sudah mengingatkan pelaksana pekerjaan untuk melakukan perbaikan.

“Iya mas saya terakhir turun melihat pembangunan jalan tersebut jum,at sepekan yang lalu, saat ini pekerja sedang melakukan pekerjaan minor yaitu menyelesaikan siring pasang. Terkait ada beberapa titik lapisan lapen yang tabur itu memang benar, saya selaku pengawas sudah memerintahkan kepada pengawas dari rekanan agar segera diperbaiki” jelas Ismail.

Red**(FH)

 

Sumber realise : Pusat Pemberitaan FPII Lampung

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Solok Teken R3P dengan BNPB, Rp1,98 Triliun Disiapkan Bangkitkan 12 Kecamatan Pascabencana
Polda Lampung Gerebek Gudang Ganja di Kalianda, 13,8 Kg Disita
Warung Kelontong Milik Janda di Kerinci Terbakar, Rp80 Juta Uang Kontan Raib – Diduga Sengaja Dibakar untuk Pencurian
PSSI Tunjuk Indra Sjafri untuk SEA Games 2025, Lalu Bagaimana Nasib Gerald Vanenburg?
Dua Kasus Korupsi di Solok Selatan Naik Penyidikan: Nilai Kerugian Negara Capai Rp16 Miliar
Kadis Lingkungan Hidup : Asnur, melalui WCD Dengan Semangat Gotong Royong Kita siap menuju Solok Bersih
Peresmian Samsat Nagari Alahan Panjang: Bukti Nyata Pemerintah Dekatkan Layanan ke Masyarakat
Revitalisasi Sekolah Rp1,5 Miliar di Solok: Panitia Hanya Formalitas, Kepala Sekolah Diduga Kendalikan Proyek
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:46 WIB

Bupati Solok Teken R3P dengan BNPB, Rp1,98 Triliun Disiapkan Bangkitkan 12 Kecamatan Pascabencana

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:53 WIB

Polda Lampung Gerebek Gudang Ganja di Kalianda, 13,8 Kg Disita

Rabu, 7 Januari 2026 - 06:42 WIB

Warung Kelontong Milik Janda di Kerinci Terbakar, Rp80 Juta Uang Kontan Raib – Diduga Sengaja Dibakar untuk Pencurian

Selasa, 30 September 2025 - 12:37 WIB

PSSI Tunjuk Indra Sjafri untuk SEA Games 2025, Lalu Bagaimana Nasib Gerald Vanenburg?

Rabu, 24 September 2025 - 12:01 WIB

Dua Kasus Korupsi di Solok Selatan Naik Penyidikan: Nilai Kerugian Negara Capai Rp16 Miliar

Berita Terbaru

Pendidikan

HUT ke-69 Jambi, Pemkot Sungai Penuh Tanam Pohon Serentak

Selasa, 3 Feb 2026 - 06:16 WIB

Uncategorized

Polres Solok Panen Jagung 1 Ton, Dukung Ketahanan Pangan

Jumat, 9 Jan 2026 - 09:03 WIB