Badan Gizi Nasional Archives - Monitors https://monitors.id/category/badan-gizi-nasional/ Berani Bicarakan Benar Sat, 06 Jun 2026 04:04:15 +0000 id hourly 1 https://monitors.id/storage/2026/04/cropped-IMG-20260410-WA0020-85x85.jpg Badan Gizi Nasional Archives - Monitors https://monitors.id/category/badan-gizi-nasional/ 32 32 Relawan Terluka di Dapur MBG Solok, Penguatan Keselamatan Kerja SPPG Dinilai Mendesak https://monitors.id/2026/06/06/relawan-terluka-di-dapur-mbg-solok-penguatan-keselamatan-kerja-sppg-dinilai-mendesak/ https://monitors.id/2026/06/06/relawan-terluka-di-dapur-mbg-solok-penguatan-keselamatan-kerja-sppg-dinilai-mendesak/#respond Sat, 06 Jun 2026 04:04:15 +0000 https://monitors.id/?p=2196 Kabupaten Solok, Monitors, – Upaya pembenahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tengah dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai harus mencakup dua aspek sekaligus,...

The post Relawan Terluka di Dapur MBG Solok, Penguatan Keselamatan Kerja SPPG Dinilai Mendesak appeared first on Monitors.

]]>
Kabupaten Solok, Monitors, – Upaya pembenahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tengah dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai harus mencakup dua aspek sekaligus, yakni keamanan pangan dan keselamatan kerja. Selain ancaman keracunan makanan yang menjadi perhatian nasional dalam beberapa waktu terakhir, risiko kecelakaan kerja terhadap personel dan relawan dapur juga mulai menjadi sorotan.

Perhatian tersebut muncul setelah terjadinya kecelakaan kerja yang menimpa seorang relawan di salah satu dapur SPPG di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

Dapur SPPG tersebut berlokasi di kawasan Alahan Panjang, tepatnya di depan SDN 08 Alahan Panjang dan berdekatan dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) serta Kantor Camat Lembah Gumanti. Setiap hari, fasilitas tersebut menjadi salah satu titik pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat penerima manfaat di wilayah tersebut.

Kepala Regional BGN Sumatera Barat, R. Ikhsan, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat proses operasional dapur berlangsung dan diduga berasal dari semburan api yang keluar dari oven.

“Benar terjadi di salah satu SPPG yang ada di Kecamatan Lembah Gumanti. Hal tersebut memang merupakan kecelakaan kerja. Penyebab awal yang kami terima berasal dari api oven yang tiba-tiba keluar dan mengeluarkan semburan api,” ujar Ikhsan, Sabtu (6/6).

Ia menjelaskan, korban langsung mendapatkan penanganan dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh perawatan medis.

“Pasca kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” katanya.

BGN saat ini masih melakukan evaluasi dan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Hasil investigasi internal akan menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan yang diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan mengenai penyebab pasti kenapa hal tersebut bisa terjadi,” tambahnya.

 

Menurut Ikhsan, kejadian tersebut telah menjadi perhatian serius BGN. Pihaknya telah mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar memperketat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk kepada para relawan yang terlibat langsung dalam aktivitas dapur.

 

“Hal ini sudah kami tekankan kepada seluruh petugas yang ada di SPPG, termasuk kepada personel relawan di dapur tersebut. Tentunya kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh SPPG dalam menjalankan SOP yang telah ditetapkan,” tegasnya.

 

Insiden di Lembah Gumanti terjadi di tengah langkah pembenahan besar-besaran yang sedang dilakukan BGN terhadap operasional dapur MBG di berbagai daerah. Sebelumnya, BGN memperketat pengawasan dan melakukan evaluasi terhadap ribuan dapur SPPG untuk memastikan standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan terpenuhi.

 

Namun sejumlah pengamat menilai, pembenahan tersebut tidak boleh berhenti pada aspek kualitas makanan semata. Keselamatan kerja bagi personel dan relawan dapur juga harus menjadi bagian penting dari sistem pengawasan.

 

Pasalnya, aktivitas di dapur SPPG memiliki tingkat risiko yang tidak rendah. Para petugas setiap hari berhadapan dengan oven bersuhu tinggi, kompor industri, tabung gas, instalasi listrik, alat pemotong, hingga proses distribusi makanan dalam jumlah besar yang membutuhkan mobilitas tinggi.

 

Dalam konteks itu, kecelakaan kerja yang terjadi di Lembah Gumanti dipandang sebagai alarm dini bagi seluruh penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis. Standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pemeriksaan berkala terhadap peralatan dapur, pelatihan penanganan keadaan darurat, hingga ketersediaan sarana mitigasi kebakaran dinilai perlu diperkuat.

 

Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan atau jumlah penerima manfaat yang terlayani, tetapi juga dari kemampuan sistem dalam menjamin keamanan pangan sekaligus melindungi para personel yang bekerja di balik operasional program tersebut.

 

Peristiwa di SPPG Lembah Gumanti menjadi pengingat bahwa di tengah ancaman keracunan makanan yang terus diantisipasi pemerintah, risiko keselamatan kerja juga merupakan tantangan nyata yang tidak boleh dianggap sepele. Pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola dapur MBG dinilai menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus melindungi para relawan dan tenaga pelaksana yang menjadi ujung tombak pelayanan gizi nasional. ()*

Loading

The post Relawan Terluka di Dapur MBG Solok, Penguatan Keselamatan Kerja SPPG Dinilai Mendesak appeared first on Monitors.

]]>
https://monitors.id/2026/06/06/relawan-terluka-di-dapur-mbg-solok-penguatan-keselamatan-kerja-sppg-dinilai-mendesak/feed/ 0
BGN Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan, Ribuan Dapur Bermasalah Hanya Disetop Sementara https://monitors.id/2026/06/06/bgn-tegaskan-program-mbg-tetap-berjalan-ribuan-dapur-bermasalah-hanya-disetop-sementara/ https://monitors.id/2026/06/06/bgn-tegaskan-program-mbg-tetap-berjalan-ribuan-dapur-bermasalah-hanya-disetop-sementara/#respond Fri, 05 Jun 2026 18:23:56 +0000 https://monitors.id/?p=2185 Jakarta, Monitors – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai penghentian total Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah tidak...

The post BGN Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan, Ribuan Dapur Bermasalah Hanya Disetop Sementara appeared first on Monitors.

]]>
Jakarta, Monitors – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai penghentian total Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah tidak benar atau hoaks. Pemerintah memastikan program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut tetap berjalan, bahkan terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah ada instruksi penghentian layanan MBG secara nasional. Menurutnya, yang terjadi adalah langkah evaluasi dan penertiban terhadap sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditemukan tidak memenuhi standar operasional dan ketentuan kesehatan pangan.

“Kami memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan. Tidak ada penghentian layanan secara nasional. Yang dilakukan adalah perbaikan kualitas layanan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat dengan aman dan sesuai standar,” tegas Nanik dalam keterangan resminya.

Penegasan tersebut muncul setelah beredarnya berbagai informasi di media sosial yang menyebut program MBG dihentikan akibat persoalan anggaran dan kasus hukum yang menjerat sejumlah pihak di lingkungan BGN. Pemerintah menilai informasi tersebut menyesatkan dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dalam upaya menjaga kualitas layanan, BGN diketahui menghentikan sementara sekitar 1.780 dapur SPPG yang tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi. Langkah tersebut diambil setelah ditemukan sejumlah pelanggaran di lapangan, mulai dari pengelolaan makanan yang tidak sesuai prosedur, kondisi lingkungan dapur yang tidak layak, hingga adanya temuan makanan yang tidak memenuhi standar keamanan konsumsi.

BGN menegaskan bahwa penghentian sementara tersebut bukan berarti program MBG dihentikan. Dapur-dapur yang memenuhi persyaratan tetap beroperasi dan melayani para penerima manfaat sebagaimana biasa. Kebijakan tersebut justru merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan pengendalian mutu guna mencegah terjadinya kasus keracunan makanan maupun gangguan kesehatan lainnya.

Sejak 2 Juni 2026, BGN juga memperketat aturan operasional seluruh mitra penyelenggara MBG. Salah satu kebijakan baru yang diterapkan adalah kewajiban bagi setiap dapur SPPG untuk memprioritaskan kelompok penerima manfaat yang dikenal sebagai Kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dalam ketentuan tersebut, setiap dapur diwajibkan melayani sedikitnya 300 penerima manfaat dari kelompok prioritas. Apabila tidak memenuhi ketentuan tersebut, mitra penyelenggara dapat dikenakan sanksi administratif hingga penghentian sementara operasional serta kehilangan insentif harian.

Di sisi lain, BGN juga memastikan bahwa proses hukum yang tengah berlangsung terkait dugaan korupsi tata kelola perizinan SPPG tidak memengaruhi keberlangsungan program MBG. Penyaluran anggaran dan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat tetap berjalan sesuai rencana pemerintah.

BGN menyebut pengawasan yang lebih ketat justru merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga integritas program yang menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Selain itu, penyesuaian distribusi MBG yang dilakukan pada masa libur sekolah juga tidak dapat diartikan sebagai penghentian program. Kebijakan tersebut hanya bersifat sementara dan bertujuan meningkatkan efisiensi penyaluran anggaran, mengingat sebagian besar penerima manfaat berada di lingkungan sekolah yang sedang tidak aktif selama masa liburan.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu merujuk kepada sumber resmi pemerintah dan BGN terkait perkembangan Program Makan Bergizi Gratis.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, menekan angka stunting, serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Dengan berbagai langkah pembenahan yang dilakukan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan program tersebut berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(MS)

Loading

The post BGN Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan, Ribuan Dapur Bermasalah Hanya Disetop Sementara appeared first on Monitors.

]]>
https://monitors.id/2026/06/06/bgn-tegaskan-program-mbg-tetap-berjalan-ribuan-dapur-bermasalah-hanya-disetop-sementara/feed/ 0