Rela Menjilat dan Menggadaikan Harga Diri Demi Sebuah Jabatan — Leadership JFP–Candra Sedang Di Uji?

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok, MonitorS.id

Masih ingatkah kita, masyarakat Kabupaten Solok, Saat Jon Firman Pandu hanya bertahan tiga bulan sebagai Wakil Bupati di era Epyardi Asda?
Setelah itu, ia dibekukan, dipinggirkan, dan di nonjob kan tanpa wewenang sedikit pun. Tapi waktu berputar. Pilkada serentak 2024 membalikkan segalanya, Rakyat Badarai memilih dengan cerdas Dan Kapal Gulo pun tenggelam, JFP–Candra menang telak.

Ironisnya, sebagian oknum ASN, pejabat, bahkan THL yang dulu lantang mendukung Kapiten Yang dulu meremehkan Jon Pandu, Menyebutnya tak bermodal, hanya bisa ngonten, tak punya kapasitas Kini, mereka berbaris di depan pintu kekuasaan. Ada yang siang malam membuntuti sang Bupati. Ada pula yang tak malu-malu menjadi pelayan pribadi kekuasaan, mengakomodir segala kebutuhan, seakan jabatan adalah harga mati,

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas kita bertanya: Begitu nikmatkah sebuah jabatan hingga harga diri rela digadaikan? Apakah memang lebih baik menjilat daripada jujur?
Apakah para pejabat ini terlalu siap menang, tapi tak pernah siap kalah? Atau memang, jabatan hanyalah soal bertahan bukan soal mengabdi?

Baca Juga:  Huller Era FC Lumat Simpang Putra 3 - 0 di penutup Babak Penyisihan SRC

Kini, hampir enam bulan sudah JFP–Candra dilantik. 20 Agustus mendekat, dan publik mulai bertanya-tanya, Apakah Bupati Jon Pandu akan tetap memelihara wajah-wajah lama yang hanya pintar menjilat, tapi tak pernah membangun moral?

Apakah Kabupaten Solok akan kembali dikelola oleh orang-orang yang haus anggaran untuk menumpuk kekayaan dan bekal tua nanti, bukan haus pengabdian?

Kabupaten Solok butuh pejabat berintegritas, bukan pelayan kekuasaan. Butuh ASN yang bekerja dengan nurani, bukan demi rekening pribadi.
Leadership sejati bukan dinilai dari seberapa banyak yang tunduk, tetapi dari seberapa berani menyaring, dan menolak mereka yang hanya menumpang di gelombang kemenangan.

Rakyat Badarai sudah memilih dengan harga diri. Kini saatnya kepemimpinan JFP–Candra menjawab:
Apakah mereka akan tetap berdiri bersama rakyat, atau justru dikepung oleh penjilat-penjilat kekuasaan yang dulu ikut menenggelamkan mereka?

(TIM *RED)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

THKW Tak Terurus, Utang Rp1,35 Miliar Masih Membebani Neraca Kabupaten Solok
Bang Dayat: Jangan Karena Kelalaian BKPSDM dan Dinas Pendidikan, DPRD yang Disalahkan
Polsek Lubuk Kilangan Ungkap Penimbunan Biosolar, Truk Tangki dan 10 Ton Solar Disita
Khairunnas Tegaskan Politik Harus Hadir Melayani, Bukan Sekadar Berkompetisi
Proyek Lapangan Nanggalo Tak Selesai, Harga Pipa Galvanis Dinilai Tidak Wajar
Hafni Haviz Dorong Eselon 3 Diseleksi, Perkuat Kinerja JFP Candra
Guru Honorer Rp144 Ribu, MBG Rp335 Triliun: Negara Salah Prioritas?
HUT ke-69 Jambi, Pemkot Sungai Penuh Tanam Pohon Serentak
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:48 WIB

THKW Tak Terurus, Utang Rp1,35 Miliar Masih Membebani Neraca Kabupaten Solok

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:38 WIB

Bang Dayat: Jangan Karena Kelalaian BKPSDM dan Dinas Pendidikan, DPRD yang Disalahkan

Senin, 1 Juni 2026 - 21:54 WIB

Polsek Lubuk Kilangan Ungkap Penimbunan Biosolar, Truk Tangki dan 10 Ton Solar Disita

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:28 WIB

Khairunnas Tegaskan Politik Harus Hadir Melayani, Bukan Sekadar Berkompetisi

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:39 WIB

Proyek Lapangan Nanggalo Tak Selesai, Harga Pipa Galvanis Dinilai Tidak Wajar

Berita Terbaru