Tantangan JFP–CANDRA Menghadapi Krisis Moral dan Etika ASN Kabupaten Solok?

Tantangan JFP–CANDRA Menghadapi Krisis Moral dan Etika ASN Kabupaten Solok?

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Solok, MonitorS.id

Kabupaten Solok hari ini sedang berdiri di persimpangan. Di bawah nakhoda Bupati Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Candra, roda pemerintahan tengah dipacu untuk memperbaiki warisan carut-marut empat tahun terakhir masa kepemimpinan kapiten: infrastruktur yang tertinggal, birokrasi yang gemuk namun lamban, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terpuruk di tiga terbawah Sumatera Barat.

Namun, tantangan yang dihadapi jauh lebih kompleks daripada sekadar angka dan pembangunan fisik. Berdasarkan hasil investigasi Tim Monitors,
Kabupaten Solok sedang digerogoti oleh masalah yang lebih mengakar: krisis moral dan etika di tubuh ASN, bahkan pejabat terasnya sendiri.

Temuan itu mengungkap potret buram:
oknum pejabat berselingkuh, praktik tak pantas yang melibatkan perempuan demi jabatan, bahkan hubungan gelap antara, Kasi, kabid, sekretaris dan kadis, di salah satu OPD ironisnya, malah sudah berkeluarga.

Pertanyaannya: Apakah inikah wajah birokrasi  di Kabupaten Solok? yang selama ini tidak di ketahui publik
Apa jadinya jika jargon “mambangkik batang tarandam” yang selalu di gaungkan Kapiten selama ini? hanya menjadi retorika, sementara di balik layar birokrasi justru dibiarkan menjadi “Texas” yang diatur oleh kepentingan segelintir orang demi melampiaskan nafsu birahi semata?

Inilah tantangan sejati bagi JFP–CANDRA. Memimpin Kabupaten Solok bukan hanya soal membangun jalan atau mendirikan gedung sekolah. Ini soal membenahi moral birokrasi yang telah kehilangan arah, tingkat  perceraian pun dikalangan ASN semakin Tinggi.

Jika pasangan kepala daerah ini tak berani mengambil kebijakan tegas, membersihkan birokrasi dari oknum yang merusak integritas ASN maka masyarakatlah yang akan menjadi hakim terakhir. Karena publik sudah terlalu muak dengan wajah birokrasi yang hanya pandai menjilat atasan, tapi miskin integritas.

Kini bola ada di tangan JFP–CANDRA:
Apakah berani membersihkan rumah sendiri?
Atau justru membiarkan Kabupaten Solok terus tenggelam dalam kubangan moral yang semakin dalam?

(Red ***01 PU)

 621 total views,  1 views today


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *