Simanau, Monitors, – Kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Kabupaten Solok Tahun 2026 mulai menghadirkan sejumlah figur muda yang siap mengambil peran dalam pembangunan nagari. Di Nagari Simanau, Kecamatan Tigo Lurah, salah satu nama yang menjadi perhatian masyarakat adalah Yusrial Dani Putra Pakiah Sati, yang akrab disapa Dani. Tokoh muda tersebut resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Wali Nagari Simanau pada Jumat, 19 Juni 2026.
Kedatangan Dani ke Sekretariat Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) Nagari Simanau disambut langsung oleh Ketua P2WN Yoli Sandri, S.Pd. bersama jajaran panitia. Berkas pencalonan diterima dan dilakukan verifikasi administrasi sebagai bagian dari tahapan resmi Pilwana.
Pendaftaran tersebut menjadi penegasan keseriusan Dani untuk ikut berkompetisi dalam pesta demokrasi tingkat nagari sekaligus memperluas ruang pengabdiannya kepada masyarakat. Bagi banyak warga Simanau, kemunculan Dani bukan sekadar menambah daftar kandidat, tetapi menghadirkan sosok muda yang selama ini dikenal aktif membangun komunikasi dan hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini Dani dipercaya sebagai Ketua Pemuda Nagari Simanau, sebuah posisi yang membuatnya dekat dengan berbagai persoalan dan aspirasi generasi muda. Namun perannya tidak berhenti di sana. Ia juga dikenal sebagai figur yang mampu berinteraksi dengan tokoh adat, alim ulama, bundo kanduang, perantau, kalangan akademisi, pelaku usaha, hingga unsur pemerintahan.
Kemampuan merangkul berbagai kalangan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa namanya mulai mendapat perhatian dalam kontestasi Pilwana. Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, masyarakat membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola pemerintahan nagari, tetapi juga mampu menjadi jembatan komunikasi dan pemersatu seluruh unsur masyarakat.
Rekam jejak organisasi Dani turut memperkuat kapasitas tersebut. Ia merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang selama ini dikenal sebagai organisasi kader yang banyak melahirkan tokoh bangsa di berbagai bidang. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta wawasan sosial kemasyarakatan yang terus ia bawa dalam aktivitas pengabdiannya.
Selain itu, Dani juga pernah aktif di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Solok, yang memperluas jejaringnya dengan berbagai kalangan dunia usaha dan pembangunan daerah. Saat ini ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum KONI Kabupaten Solok, sebuah posisi strategis yang menunjukkan kepercayaan berbagai pihak terhadap kemampuan organisasi dan kepemimpinannya.
Di bidang pendidikan keagamaan, Dani merupakan alumni Pondok Pesantren Syekh Muhammad Djamil Djaho Padang Panjang. Latar belakang pendidikan pesantren tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai agama, akhlak, serta kearifan adat Minangkabau yang menjunjung tinggi prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Dalam keterangannya, Dani menyampaikan bahwa keputusan maju sebagai calon Wali Nagari dilandasi keinginan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kampung halaman. Ia menilai Simanau memiliki potensi sumber daya yang besar dan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar dapat berkembang lebih maju.
Ia mengusung visi “Nagari Simanau Maju, Mandiri, dan Bermartabat.” Menurutnya, nagari yang maju adalah nagari yang mampu mengelola sumber daya secara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta menghadirkan pelayanan publik yang responsif.
Sementara nagari yang bermartabat adalah nagari yang tetap menjaga identitas adat, budaya, dan nilai-nilai religius sebagai fondasi kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman.
“Nagari tidak bisa dibangun oleh satu orang atau satu kelompok saja. Dibutuhkan kebersamaan, persatuan, dan kemampuan membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat serta pemerintah di berbagai tingkatan,” ujar Dani.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai salah satu kekuatan utama Dani terletak pada kemampuannya membangun komunikasi lintas kelompok. Ia dikenal mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan, termasuk tokoh politik, unsur legislatif, birokrasi pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, hingga para perantau. Kemampuan tersebut dinilai penting karena pembangunan nagari saat ini sangat membutuhkan kolaborasi dan jaringan yang luas.
Sementara itu, Ketua P2WN Nagari Simanau, Yoli Sandri, S.Pd., menegaskan bahwa seluruh tahapan Pilwana akan dilaksanakan sesuai aturan dan regulasi yang berlaku. Panitia berkomitmen menjaga netralitas serta memastikan proses demokrasi berjalan aman, damai, transparan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan masyarakat Minangkabau.
Pilwana Simanau sendiri dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah pembangunan nagari untuk delapan tahun ke depan. Kehadiran figur muda seperti Yusrial Dani Putra Pakiah Sati menjadi gambaran bahwa regenerasi kepemimpinan di tingkat nagari mulai tumbuh dan mendapat ruang dalam proses demokrasi.
Pada akhirnya, masyarakat berharap Pilwana Simanau tidak sekadar menjadi ajang kompetisi politik, melainkan menjadi ruang lahirnya pemimpin yang mampu merangkul seluruh kalangan, menjaga integritas, membangun persatuan, serta menghadirkan kolaborasi yang kuat demi mewujudkan Nagari Simanau yang maju, mandiri, dan bermartabat.
MS
![]()













