Lampu Hijau dari Kementerian Kehutanan Disambut Optimisme, Tigo Lurah Dinilai Memiliki Potensi Besar di Sektor Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Energi, dan Pariwisata
Tigo lurah, Monitors – Terbitnya persetujuan pinjam pakai kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan untuk mendukung pembangunan akses menuju Kecamatan Tigo Lurah mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Bagi masyarakat setempat, keputusan tersebut tidak hanya dipandang sebagai izin administratif, melainkan sebagai pintu masuk bagi percepatan pembangunan kawasan yang selama puluhan tahun menghadapi berbagai keterbatasan akses.
Salah satu apresiasi datang dari putra daerah sekaligus tokoh muda Kecamatan Tigo Lurah, Yusrial Dani Putra. Menurutnya, langkah Pemerintah Kabupaten Solok yang terus memperjuangkan terbukanya akses pembangunan menuju Tigo Lurah merupakan keputusan strategis yang akan menentukan masa depan kawasan tersebut dalam jangka panjang.
Menurut Yusrial, selama ini Tigo Lurah sering dilihat sebagai wilayah yang jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi. Padahal jika dilihat dari luas wilayah dan potensi sumber daya alam yang dimiliki, kawasan tersebut merupakan salah satu aset terbesar yang dimiliki Kabupaten Solok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tigo Lurah bukan daerah miskin potensi. Yang selama ini menjadi kendala adalah akses. Ketika akses mulai terbuka, maka potensi yang selama ini terpendam akan ikut bergerak,” ujar Yusrial.
Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Tigo Lurah merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Solok dengan luas mencapai sekitar 602,50 kilometer persegi atau lebih dari 16 persen luas wilayah kabupaten. Luas wilayah tersebut, menurutnya, menyimpan potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap secara maksimal akibat keterbatasan infrastruktur transportasi dan konektivitas.
Di sektor pertanian, Tigo Lurah memiliki hamparan sawah produktif yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Salah satu yang cukup dikenal adalah kawasan Sawah Bajanjang di Nagari Garabak Data yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi dari hasil pertanian, tetapi juga memiliki daya tarik wisata alam yang unik.
Menurut Yusrial, jika akses jalan semakin baik, maka biaya distribusi hasil pertanian akan menurun, daya saing produk lokal meningkat, dan kesejahteraan petani secara otomatis ikut terdorong.
Selain sektor pertanian, kawasan Tigo Lurah juga memiliki potensi perkebunan rakyat yang cukup besar. Komoditas seperti kopi, kakao, kulit manis, pinang, dan karet telah lama menjadi sumber pendapatan masyarakat. Namun selama ini pengembangannya belum optimal karena tingginya biaya transportasi dan terbatasnya akses pasar.
“Bayangkan jika akses jalan sudah benar-benar terbuka. Produk-produk unggulan masyarakat akan lebih mudah keluar masuk pasar. Nilai ekonomi yang selama ini tertahan bisa bergerak lebih cepat,” katanya.
Yusrial juga menilai sektor kehutanan dan hasil hutan non-kayu memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Kawasan hutan rakyat yang luas dapat menjadi sumber ekonomi masyarakat melalui pengelolaan yang tetap memperhatikan prinsip konservasi dan keberlanjutan lingkungan.
Di bidang sumber daya air, ia melihat Tigo Lurah memiliki keunggulan yang jarang dimiliki daerah lain. Keberadaan Sungai Batang Kapujan dan Batang Palangki tidak hanya menopang kebutuhan irigasi pertanian masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan perikanan air tawar dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di masa depan.
Potensi lain yang menurutnya belum banyak tersentuh adalah sektor pariwisata. Bentang alam Pegunungan Bukit Barisan, panorama perbukitan hijau, lembah sungai, hingga kehidupan masyarakat di lima nagari dinilai memiliki nilai jual tinggi untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata dan wisata budaya.
“Kalau berbicara potensi wisata, Tigo Lurah sebenarnya memiliki banyak hidden gem. Yang dibutuhkan adalah akses dan promosi yang baik sehingga potensi itu bisa dikenal lebih luas,” ujarnya.
Karena itu, Yusrial menilai Pemerintah Kabupaten Solok tidak akan rugi menempatkan Tigo Lurah sebagai salah satu fokus pembangunan jangka panjang daerah. Menurutnya, investasi pembangunan yang dilakukan hari ini akan menghasilkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar di masa mendatang.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Solok yang terus mendorong percepatan pembangunan kawasan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait.
“Ini bukan hanya soal membangun jalan. Ini tentang membuka masa depan masyarakat Tigo Lurah. Ketika akses terbuka, pendidikan lebih mudah dijangkau, pelayanan kesehatan meningkat, ekonomi bergerak, investasi masuk, dan kesejahteraan masyarakat ikut tumbuh,” katanya.
Pandangan tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Solok melalui Bapelitbang.
Kepala Bapelitbang Kabupaten Solok, Nafri, ST, MT, M.Sc, menyebut terbitnya persetujuan pinjam pakai kawasan hutan sebagai sebuah game changer bagi pembangunan Tigo Lurah. Menurutnya, kawasan tersebut telah masuk dalam RPJMD Kabupaten Solok Tahun 2025–2029 sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Nafri menjelaskan bahwa pembangunan Tigo Lurah tidak hanya berorientasi pada pembangunan jalan, tetapi juga mencakup peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, telekomunikasi, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemerataan pembangunan antarwilayah.
Ia menegaskan bahwa pesan Bupati Solok Jon Firman Pandu sangat jelas, yakni pembangunan kawasan potensial harus dilakukan secara berkelanjutan dan aset-aset daerah yang telah ada harus dioptimalkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut telah dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Solok 2025–2029 sebagai arah pembangunan lima tahun ke depan.
Bagi masyarakat Tigo Lurah, keputusan yang telah lama diperjuangkan itu kini mulai menunjukkan hasil. Lampu hijau pembangunan telah menyala. Kini publik menunggu bagaimana seluruh pemangku kepentingan mampu mengubah peluang besar tersebut menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Solok di masa mendatang.MS
![]()













