Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Krisis Global

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Monitors,– Ancaman gangguan rantai pasok pangan dunia kembali menjadi perhatian setelah Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengingatkan potensi penutupan Selat Hormuz yang dapat memicu guncangan sistemik terhadap perdagangan pangan global.

Menanggapi situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat kedaulatan pangan nasional melalui peningkatan produksi, inovasi, hilirisasi pertanian, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Produksi beras nasional sepanjang 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton atau surplus sekitar 3,5 juta ton. Sementara itu, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog per 18 Mei 2026 mencapai 5,37 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Pemerintah juga mencatat kemajuan dalam upaya swasembada pangan. Dari 11 komoditas pangan strategis nasional, sebanyak delapan komoditas diproyeksikan tidak lagi memerlukan impor pada 2026. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan potensi gangguan distribusi pangan dunia.

Tak hanya fokus pada kebutuhan domestik, Indonesia mulai memperkuat perannya sebagai pemasok pangan global. Pemerintah telah mengirimkan 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi dan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 10.000 ton beras untuk Palestina.

Baca Juga:  Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia siap menghadapi berbagai skenario terburuk terkait ketahanan pangan. Menurutnya, stok pangan nasional dalam kondisi aman dan terus diperkuat melalui peningkatan produksi dalam negeri.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah tetap memastikan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia terpenuhi sebelum memperluas peran sebagai pemasok dunia.

Sementara itu, perwakilan International Rice Research Institute, Inez Hortense SL, mengapresiasi keberhasilan Indonesia meningkatkan produksi dan cadangan pangan. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar, terutama terkait perubahan iklim, regenerasi petani, serta peningkatan kesejahteraan petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Dengan capaian tersebut, Indonesia dinilai semakin siap menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan dunia di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

(MS)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:23 WIB

Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Krisis Global

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Selasa, 28 Maret 2023 - 08:24 WIB

The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Berita Terbaru

Internasional

Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Krisis Global

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:23 WIB