Pasar Agropolitan Sungai Nanam Diprioritaskan Kembali Berfungsi Sesuai Konsep Awal

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Kab Solok, Monitors ,– Pemerintah Kabupaten Solok pada tahun 2026 memprioritaskan optimalisasi fungsi Pasar Agropolitan Sungai Nanam di Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, agar kembali berjalan sesuai tujuan awal pembangunannya sebagai pusat perdagangan, distribusi, dan pemasaran hasil pertanian hortikultura di kawasan dataran tinggi Kabupaten Solok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen tersebut menjadi bagian dari perhatian serius Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama perekonomian masyarakat. Berbagai langkah pembenahan mulai dilakukan, mulai dari penataan lingkungan pasar, perbaikan sarana dan prasarana pendukung, pengelolaan kebersihan, hingga penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, pedagang, dan kelompok tani.

Upaya tersebut mendapat sambutan positif dari pengelola Pasar Agropolitan Sungai Nanam RIKI RIZO NAMZAH Plt, Sekretaris sekaligus Kabid Kebersihan dan Pembangunan . Pengelola meyakini perhatian dan dukungan pemerintah daerah akan menjadi energi baru untuk mengembalikan fungsi strategis pasar sebagaimana konsep awal pembangunannya. Mereka optimistis aktivitas perdagangan akan semakin meningkat dan pasar mampu berkembang menjadi pusat ekonomi masyarakat tani yang lebih tertata, nyaman, dan produktif.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas perdagangan komoditas hortikultura di kawasan pasar mulai menunjukkan perkembangan positif. Kehadiran pemerintah daerah yang aktif mendorong pembenahan berbagai fasilitas menjadi sinyal kuat bahwa Pasar Agropolitan Sungai Nanam kembali menjadi salah satu prioritas pembangunan ekonomi daerah.

Pasar Agropolitan Sungai Nanam memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pembangunan sektor pertanian Kabupaten Solok. Berdasarkan sejumlah kajian akademik, pasar ini mulai dibangun pada tahun 2004 sebagai bagian dari program pengembangan kawasan agropolitan yang saat itu digagas untuk memperkuat sistem agribisnis berbasis pedesaan. Pembangunan pasar tersebut ditujukan untuk mendukung pemasaran hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan sentra hortikultura Kabupaten Solok.

Meski telah dibangun sejak tahun 2004, pemanfaatan pasar baru berjalan lebih optimal beberapa tahun kemudian setelah sejumlah fasilitas pendukung tersedia. Dalam perjalanannya, pasar menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan pola perdagangan, distribusi komoditas yang masih berlangsung di luar pasar, hingga kebutuhan peningkatan fasilitas penunjang agar mampu bersaing dengan perkembangan sistem perdagangan modern.

Sejak awal, Pasar Agropolitan Sungai Nanam dirancang bukan sekadar sebagai tempat transaksi jual beli. Pasar ini diproyeksikan menjadi pusat distribusi komoditas pertanian yang menghubungkan petani dengan pedagang besar, distributor, hingga pasar regional di berbagai daerah. Melalui konsep agropolitan, kawasan pedesaan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dengan sektor pertanian sebagai penggerak utama.

Baca Juga:  THKW Tak Terurus, Utang Rp1,35 Miliar Masih Membebani Neraca Kabupaten Solok

Keberadaan pasar ini dinilai sangat strategis karena berada di jantung kawasan pertanian dataran tinggi Kabupaten Solok. Wilayah Sungai Nanam, Alahan Panjang, Salimpek, Aie Dingin dan sekitarnya dikenal sebagai salah satu sentra produksi hortikultura terbesar di Sumatera Barat. Berbagai komoditas unggulan seperti bawang merah, kentang, kubis, wortel, cabai, tomat dan aneka sayuran dataran tinggi lainnya diproduksi setiap tahun dan dipasarkan ke berbagai daerah di Sumatera.

Besarnya potensi pertanian kawasan tersebut membuat Alahan Panjang dan sekitarnya kerap dijuluki sebagai “Brebes-nya Sumatera Barat”, merujuk pada tingginya produksi bawang merah yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Selain dikenal sebagai sentra pertanian, kawasan ini juga memiliki potensi wisata alam yang besar.

Hamparan perkebunan, udara pegunungan yang sejuk, serta panorama alam yang indah menjadikan Alahan Panjang sering disebut sebagai “Puncak Bogor-nya Sumatera Barat.” Kawasan ini menjadi pintu masuk menuju sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Danau Diatas, Danau Dibawah, Kebun Teh Alahan Panjang, serta berbagai objek wisata alam lainnya yang setiap tahun dikunjungi wisatawan.

Kombinasi antara kekuatan sektor pertanian dan pariwisata tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan Pasar Agropolitan Sungai Nanam ke depan. Pemerintah daerah berharap pasar ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan hasil pertanian, tetapi juga menjadi etalase ekonomi kawasan yang mampu mempertemukan aktivitas agribisnis, perdagangan, dan pengembangan potensi wisata daerah.

Pemerintah Kabupaten Solok meyakini bahwa optimalisasi Pasar Agropolitan Sungai Nanam akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani, memperkuat rantai distribusi komoditas hortikultura, menciptakan lapangan usaha baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan dataran tinggi Kabupaten Solok.

Dengan dukungan pemerintah daerah, semangat pengelola pasar, serta besarnya potensi pertanian dan pariwisata yang dimiliki kawasan Alahan Panjang dan Sungai Nanam, harapan untuk mewujudkan kembali Pasar Agropolitan sebagai sentra agribisnis modern semakin terbuka lebar. Setelah lebih dari dua dekade sejak pertama kali dibangun, pasar tersebut kini diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya secara maksimal dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Kabupaten Solok di masa mendatang.

(MS)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Figur Senior Birokrasi Masuk Radar Sekda, Siapa Paling Mampu Menjawab Tantangan Kabupaten Solok?
Yusrial Dani Putra Pakiah Sati Resmi Daftar Pilwana Simanau, Usung Kepemimpinan yang Merangkul dan Mempersatukan
Tedi Aurora Apresiasi Pemkab Solok dan Pemprov Sumbar, Jalan Strategis Tigo Lurah Mulai Temukan Titik Terang
Yusrial Dani Putra: Pemkab Solok Tak Akan Rugi Berinvestasi di Tigo Lurah, Ini Calon Kawasan Pertumbuhan Baru Kabupaten Solok
Lampu Hijau Tigo Lurah, Nafri Sebut Ini Game Changer Pembangunan Kabupaten Solok
Reformasi Birokrasi Dimulai dari Kinerja, 59 Pejabat Administrator Kabupaten Solok Resmi Dilantik
SiLPA Melonjak Tiga Kali Lipat, Mevrizal: DPRD Harus Jadikan Ini Alarm Kualitas Birokrasi
Momentum Tigo Lurah, Saatnya Mengubah Aset Daerah dari Beban Menjadi Manfaat
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:09 WIB

Dua Figur Senior Birokrasi Masuk Radar Sekda, Siapa Paling Mampu Menjawab Tantangan Kabupaten Solok?

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:56 WIB

Yusrial Dani Putra Pakiah Sati Resmi Daftar Pilwana Simanau, Usung Kepemimpinan yang Merangkul dan Mempersatukan

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:23 WIB

Tedi Aurora Apresiasi Pemkab Solok dan Pemprov Sumbar, Jalan Strategis Tigo Lurah Mulai Temukan Titik Terang

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:22 WIB

Yusrial Dani Putra: Pemkab Solok Tak Akan Rugi Berinvestasi di Tigo Lurah, Ini Calon Kawasan Pertumbuhan Baru Kabupaten Solok

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lampu Hijau Tigo Lurah, Nafri Sebut Ini Game Changer Pembangunan Kabupaten Solok

Berita Terbaru