MONITORS | Kabupaten Solok
Program Gerakan Solok Bersih merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Solok yang diharapkan menjadi fondasi dalam membangun budaya hidup bersih, memperbaiki kualitas lingkungan, sekaligus menciptakan suasana pelayanan publik yang nyaman dan representatif. Namun, implementasi program tersebut kini menjadi sorotan setelah ditemukan kondisi yang dinilai belum sejalan dengan semangat yang diusung.
Pantauan MONITORS di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Arosuka, memperlihatkan adanya kontras yang cukup mencolok. Area depan kompleks tampak relatif bersih, tertata, dan menjadi wajah utama pemerintahan daerah. Sebaliknya, di sejumlah titik belakang gedung perkantoran masih dijumpai semak belukar yang tumbuh tinggi, rumput liar, drainase yang kurang terawat, serta ruang terbuka yang belum mendapat penataan secara optimal.

Ironisnya, kawasan tersebut juga merupakan bagian dari lingkungan kerja aparatur sipil negara (ASN) dan jalur yang digunakan masyarakat ketika mengakses sejumlah kantor pelayanan pemerintahan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar. Apakah persoalan ini dipengaruhi keterbatasan anggaran pemeliharaan, belum jelasnya pembagian tanggung jawab antar perangkat daerah, lemahnya pengawasan, atau justru budaya menjaga kebersihan yang belum tumbuh secara konsisten di lingkungan birokrasi.
Padahal, keberhasilan sebuah program kebersihan tidak hanya diukur dari kegiatan gotong royong yang bersifat insidental ataupun area yang terlihat dari jalan utama. Esensi dari Gerakan Solok Bersih adalah menghadirkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan dan merata di seluruh kawasan pemerintahan.
Kompleks perkantoran pemerintah sejatinya merupakan etalase birokrasi. Lingkungan yang bersih, tertata, dan terpelihara akan memberikan rasa nyaman bagi ASN dalam bekerja, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta mencerminkan disiplin tata kelola pemerintahan. Sebaliknya, kawasan yang dipenuhi semak belukar berpotensi mengganggu estetika, menjadi habitat nyamuk maupun hewan liar, sekaligus menimbulkan persepsi bahwa pemeliharaan lingkungan belum menjadi perhatian secara menyeluruh.
Apalagi, Pemerintah Kabupaten Solok selama ini aktif mengajak masyarakat, nagari, sekolah, dan berbagai elemen untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui Gerakan Solok Bersih. Karena itu, pusat pemerintahan semestinya menjadi contoh pertama dari implementasi program tersebut.

Banyak kalangan menilai bahwa keberhasilan sebuah gerakan tidak cukup diukur dari intensitas publikasi atau kegiatan seremonial, melainkan dari perubahan kondisi nyata yang dapat dirasakan masyarakat setiap hari. Konsistensi pelaksanaan menjadi ukuran utama keberhasilan sebuah kebijakan publik.
Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Solok diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pemeliharaan kawasan Kompleks Perkantoran Arosuka, termasuk memperjelas pembagian tanggung jawab setiap OPD terhadap area yang menjadi kewenangannya serta memastikan pemeliharaan dilakukan secara berkala, bukan hanya menjelang kegiatan tertentu.MS
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
![]()













