MONITORS |AROSUKA
Gangguan distribusi air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kubung selama lima hari terakhir mengungkap temuan mengejutkan. Tim teknis Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah menemukan dua gumpalan besar karung plastik yang menyumbat bagian dalam pipa transmisi Gantung Ciri.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah, Febri Fauza, S.Pt., M.M., mengatakan gangguan distribusi mulai terjadi sejak Sabtu (11/7/2026). Pada awalnya, petugas menduga penyebab gangguan berasal dari kebocoran pada beberapa sambungan pipa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seluruh titik kebocoran sudah kami perbaiki, namun debit air menuju pelanggan tetap tidak kembali normal. Karena itu tim melakukan penelusuran menyeluruh terhadap jaringan transmisi,” ujar Febri, Rabu (15/7/2026).
Penelusuran dilakukan mulai dari sumber mata air Gantung Ciri hingga jalur transmisi sepanjang sekitar tujuh kilometer menuju Kecamatan Kubung. Tim teknis harus memeriksa satu per satu sambungan pipa, katup, hingga membuka beberapa titik jaringan yang melintasi medan berbukit dan cukup sulit dijangkau.
Dari hasil penyisiran tersebut, petugas menemukan dua gumpalan besar karung plastik yang tersangkut di dalam pipa dan menghambat aliran air menuju pelanggan.
“Selama beberapa hari terakhir petugas berjibaku menyusuri jaringan pipa. Hari ini kembali ditemukan gumpalan besar karung plastik yang tersangkut di dalam pipa dan menghambat aliran air menuju pelanggan,” katanya.
Menurut Febri, secara teknis keberadaan karung plastik berukuran besar di dalam jaringan transmisi merupakan kondisi yang tidak lazim. Pasalnya, pada sistem intake telah terpasang filter penyaring yang berfungsi menahan benda-benda berukuran besar agar tidak masuk ke dalam pipa.
“Kalau material yang terbawa aliran air paling hanya pasir halus atau partikel kecil. Karung plastik sebesar itu tidak mungkin bisa melewati filter yang ada di intake. Karena itu kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pastinya,” jelasnya.
Akibat gangguan tersebut, sekitar 1.200 pelanggan terdampak, terutama di wilayah Rayon Perumahan KPM, Rayon Perumahan Rabo dan Tanah Lapang, serta Rayon Sawah Baliak dan Perumahan Hansela.
Meski demikian, Perumda memastikan tidak seluruh pelanggan mengalami penghentian layanan secara total. Selama proses perbaikan berlangsung, perusahaan melakukan rekayasa distribusi dengan memanfaatkan sumber air alternatif agar sebagian wilayah tetap memperoleh pasokan air bersih.
“Rayon Sawah Baliak dan Perumahan Hansela masih mendapatkan aliran air melalui sumber alternatif. Begitu juga Rayon Perumahan KPM yang tetap menerima pasokan hingga sekitar pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.
Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah kini masih melakukan pendalaman terhadap penyebab masuknya karung plastik ke dalam jaringan transmisi. Perusahaan juga memastikan upaya normalisasi distribusi terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya.
Temuan tersebut sekaligus menjadi perhatian serius mengingat jaringan air bersih merupakan salah satu infrastruktur pelayanan dasar masyarakat. Evaluasi terhadap sistem pengamanan jaringan transmisi dinilai penting guna mencegah terulangnya gangguan serupa di masa mendatang.MS
![]()













