Relawan Terluka di Dapur MBG Solok, Penguatan Keselamatan Kerja SPPG Dinilai Mendesak

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Solok, Monitors, – Upaya pembenahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tengah dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai harus mencakup dua aspek sekaligus, yakni keamanan pangan dan keselamatan kerja. Selain ancaman keracunan makanan yang menjadi perhatian nasional dalam beberapa waktu terakhir, risiko kecelakaan kerja terhadap personel dan relawan dapur juga mulai menjadi sorotan.

Perhatian tersebut muncul setelah terjadinya kecelakaan kerja yang menimpa seorang relawan di salah satu dapur SPPG di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

Dapur SPPG tersebut berlokasi di kawasan Alahan Panjang, tepatnya di depan SDN 08 Alahan Panjang dan berdekatan dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) serta Kantor Camat Lembah Gumanti. Setiap hari, fasilitas tersebut menjadi salah satu titik pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat penerima manfaat di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Regional BGN Sumatera Barat, R. Ikhsan, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat proses operasional dapur berlangsung dan diduga berasal dari semburan api yang keluar dari oven.

“Benar terjadi di salah satu SPPG yang ada di Kecamatan Lembah Gumanti. Hal tersebut memang merupakan kecelakaan kerja. Penyebab awal yang kami terima berasal dari api oven yang tiba-tiba keluar dan mengeluarkan semburan api,” ujar Ikhsan, Sabtu (6/6).

Ia menjelaskan, korban langsung mendapatkan penanganan dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh perawatan medis.

“Pasca kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” katanya.

BGN saat ini masih melakukan evaluasi dan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Hasil investigasi internal akan menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan yang diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan mengenai penyebab pasti kenapa hal tersebut bisa terjadi,” tambahnya.

 

Menurut Ikhsan, kejadian tersebut telah menjadi perhatian serius BGN. Pihaknya telah mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar memperketat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk kepada para relawan yang terlibat langsung dalam aktivitas dapur.

 

Baca Juga:  Budi Satriadi Meradang, Klarifikasi Soal Tuduhan NY: "Kami Resmi dan Sudah Clear di Kementerian"

“Hal ini sudah kami tekankan kepada seluruh petugas yang ada di SPPG, termasuk kepada personel relawan di dapur tersebut. Tentunya kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh SPPG dalam menjalankan SOP yang telah ditetapkan,” tegasnya.

 

Insiden di Lembah Gumanti terjadi di tengah langkah pembenahan besar-besaran yang sedang dilakukan BGN terhadap operasional dapur MBG di berbagai daerah. Sebelumnya, BGN memperketat pengawasan dan melakukan evaluasi terhadap ribuan dapur SPPG untuk memastikan standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan terpenuhi.

 

Namun sejumlah pengamat menilai, pembenahan tersebut tidak boleh berhenti pada aspek kualitas makanan semata. Keselamatan kerja bagi personel dan relawan dapur juga harus menjadi bagian penting dari sistem pengawasan.

 

Pasalnya, aktivitas di dapur SPPG memiliki tingkat risiko yang tidak rendah. Para petugas setiap hari berhadapan dengan oven bersuhu tinggi, kompor industri, tabung gas, instalasi listrik, alat pemotong, hingga proses distribusi makanan dalam jumlah besar yang membutuhkan mobilitas tinggi.

 

Dalam konteks itu, kecelakaan kerja yang terjadi di Lembah Gumanti dipandang sebagai alarm dini bagi seluruh penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis. Standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pemeriksaan berkala terhadap peralatan dapur, pelatihan penanganan keadaan darurat, hingga ketersediaan sarana mitigasi kebakaran dinilai perlu diperkuat.

 

Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan atau jumlah penerima manfaat yang terlayani, tetapi juga dari kemampuan sistem dalam menjamin keamanan pangan sekaligus melindungi para personel yang bekerja di balik operasional program tersebut.

 

Peristiwa di SPPG Lembah Gumanti menjadi pengingat bahwa di tengah ancaman keracunan makanan yang terus diantisipasi pemerintah, risiko keselamatan kerja juga merupakan tantangan nyata yang tidak boleh dianggap sepele. Pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola dapur MBG dinilai menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus melindungi para relawan dan tenaga pelaksana yang menjadi ujung tombak pelayanan gizi nasional. ()*

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukungan Mengalir, Syafri Tanjung Didesak Segera Laporkan Akun Mak Chincay Aliyo Khairo
BGN Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan, Ribuan Dapur Bermasalah Hanya Disetop Sementara
Paradoks Birokrasi Solok: Karier Istri Bupati Melonjak, Puluhan Jabatan Strategis Masih Diisi Plt
Sertijab Utama Polres Solok, Kapolres Tekankan Inovasi dan Pelayanan Maksimal
Pasar Agropolitan Sungai Nanam Diprioritaskan Kembali Berfungsi Sesuai Konsep Awal
Presiden Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Barat, Pastikan Pemenuhan Gizi Berjalan Optimal
Peran Senyap Tiga OPD dalam Menjaga Tata Kelola Pemerintah Kabupaten Solok
Pengurus Mushalla dan Pamsimas Nagari Cupak Diamankan Warga, Diduga Lakukan Perbuatan Asusila
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:04 WIB

Relawan Terluka di Dapur MBG Solok, Penguatan Keselamatan Kerja SPPG Dinilai Mendesak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:33 WIB

Dukungan Mengalir, Syafri Tanjung Didesak Segera Laporkan Akun Mak Chincay Aliyo Khairo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:23 WIB

BGN Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan, Ribuan Dapur Bermasalah Hanya Disetop Sementara

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:22 WIB

Paradoks Birokrasi Solok: Karier Istri Bupati Melonjak, Puluhan Jabatan Strategis Masih Diisi Plt

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Sertijab Utama Polres Solok, Kapolres Tekankan Inovasi dan Pelayanan Maksimal

Berita Terbaru