Solok, monitors,– Gelombang dukungan terus mengalir kepada Syafri Tanjung menyusul polemik unggahan “Kuali Sakral” yang beberapa hari terakhir menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah rekan dan sahabat Syafri bahkan mendesaknya untuk segera melaporkan akun media sosial Mak Chincay Aliyo Khairo ke aparat penegak hukum karena dinilai telah menyebarkan tuduhan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Syafri mengaku semakin curiga adanya keterlibatan pihak lain di balik konten yang diunggah akun tersebut. Kecurigaan itu muncul karena sejumlah tuduhan yang dilontarkan dinilai mengarah pada interaksi pribadi yang selama ini hanya diketahui oleh pihak-pihak tertentu.
“Saya mulai melihat ada hal yang janggal. Beberapa tudingan yang disampaikan sangat spesifik dan mirip dengan percakapan atau interaksi pribadi yang pernah saya lakukan dengan seseorang yang kemudian dikait-kaitkan dalam konten tersebut,” ujar Syafri, Minggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu yang menjadi sorotan adalah tuduhan terkait persoalan gas elpiji. Syafri mengakui dirinya memang pernah menghubungi salah seorang yang disebut-sebut dalam konten tersebut melalui aplikasi WhatsApp pada bulan Ramadan lalu. Saat itu, menurutnya, terjadi kelangkaan gas di wilayah Pantai Cermin sehingga dirinya berupaya mencari solusi untuk kebutuhan masyarakat.
“Saya memang pernah menghubungi yang bersangkutan karena saya tahu dia memiliki rekomendasi dan jaringan pangkalan gas. Saat itu terjadi kelangkaan gas di Pantai Cermin. Bahkan anak saya juga datang dan meminta bantuan mencarikan sekitar 200 tabung gas untuk kebutuhan di Surian. Itu fakta yang saya akui,” katanya.
Namun Syafri mempertanyakan bagaimana informasi yang bersifat pribadi tersebut bisa muncul dan dikaitkan dengan narasi yang berkembang di media sosial. Menurutnya, hal itu semakin menguatkan dugaan bahwa ada pihak lain yang ikut bermain di belakang layar.
“Pertanyaannya, dari mana akun itu mengetahui hal-hal yang sifatnya privat seperti itu? Kalau bukan dari orang yang pernah berinteraksi langsung atau dari pihak yang mendapatkan informasi tersebut. Ini yang membuat saya semakin curiga, saya juga banyak interaksi WhatsApp yang bersifat privat dengan mereka, apakah itu perlu saya buka juga? ” ujarnya.
Atas berbagai perkembangan tersebut, Syafri mengaku semakin mantap untuk menempuh jalur hukum. Ia menyebut, jika tidak ada halangan, laporan resmi akan disampaikan ke Polres Solok di Arosuka pada Senin mendatang.
“Insyaallah jika tidak ada aral melintang, Senin saya akan membuat laporan resmi ke Polres Solok. Saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari rekan-rekan yang terus mengalir dan mendorong agar persoalan ini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
(MS)
![]()













