Pengurus Mushalla dan Pamsimas Nagari Cupak Diamankan Warga, Diduga Lakukan Perbuatan Asusila

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CUPAK, Monitors, – Seorang pria yang sudah berkeluarga bernama Armijon alias pak satpam yang diketahui menjabat sebagai pengurus mushalla sekaligus pengurus Pamsimas di Dusun Gaduang Dama, Nagari Cupak, Kabupaten Solok, diamankan warga setelah diduga kedapatan melakukan perbuatan asusila dengan seorang perempuan yang di sebuah pondok pada siang hari, Senin pekan lalu.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari hasil klarifikasi dan investigasi lapangan, warga mendapati keduanya berada di dalam sebuah pondok dalam kondisi yang hanya memakai pakaian dalam, hal ini sudah lama  menimbulkan kecurigaan masyarakat. Setelah diamankan, kedua orang tersebut kemudian dibawa ke Kantor Wali Nagari Cupak untuk dimintai keterangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Nagari Cupak, Fatmi Bahar, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar, ada laporan dan pengamanan dari masyarakat terkait peristiwa itu. Kedua pihak telah dibawa ke kantor wali nagari untuk dilakukan klarifikasi dan pembinaan sesuai kewenangan yang ada di tingkat nagari,” kata Fatmi Bahar.

Baca Juga:  Mevrizal: Jangan Kaburkan Makna Iduladha dengan Polemik yang Tidak Substantif

Peristiwa tersebut memicu reaksi masyarakat. Sejumlah warga mendesak agar yang bersangkutan dievaluasi bahkan dicopot dari jabatannya sebagai pengurus mushalla dan pengurus Pamsimas. Menurut mereka, seseorang yang dipercaya mengemban fungsi pelayanan publik dan keagamaan seharusnya mampu menjaga perilaku serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Kalau sudah menjadi bagian dari urusan publik, apalagi terkait kegiatan keagamaan dan pelayanan masyarakat, tentu harus bisa menjaga sikap dan menjadi contoh yang baik bagi warga,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Warga menilai dugaan pelanggaran norma kesusilaan tersebut telah mencoreng kepercayaan yang selama ini diberikan kepada yang bersangkutan. Karena itu, mereka meminta pemerintah nagari dan pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap jabatan yang masih diemban Armijon.

Hingga berita ini diturunkan, Armijon belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan masyarakat tersebut. Pemerintah Nagari Cupak menyatakan akan menindaklanjuti persoalan itu melalui mekanisme dan musyawarah yang berlaku di tingkat nagari.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Barat, Pastikan Pemenuhan Gizi Berjalan Optimal
Peran Senyap Tiga OPD dalam Menjaga Tata Kelola Pemerintah Kabupaten Solok
Djamari Chaniago: Masa Depan Indonesia Ditentukan Kualitas ASN dan Keberanian Moral Birokrasi
Mevrizal: Jangan Kaburkan Makna Iduladha dengan Polemik yang Tidak Substantif
Proyek Lapangan Nanggalo Tak Selesai, Harga Pipa Galvanis Dinilai Tidak Wajar
Les jeux live les plus réalistes sur Legiano Casino pour une immersion totale
Seven Casino Mobile Gaming Tips for Best Performance on Smartphones
Berita ini 196 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:46 WIB

Presiden Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Barat, Pastikan Pemenuhan Gizi Berjalan Optimal

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:27 WIB

Pengurus Mushalla dan Pamsimas Nagari Cupak Diamankan Warga, Diduga Lakukan Perbuatan Asusila

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:56 WIB

Djamari Chaniago: Masa Depan Indonesia Ditentukan Kualitas ASN dan Keberanian Moral Birokrasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:40 WIB

Mevrizal: Jangan Kaburkan Makna Iduladha dengan Polemik yang Tidak Substantif

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:38 WIB

Proyek Lapangan Nanggalo Tak Selesai, Harga Pipa Galvanis Dinilai Tidak Wajar

Berita Terbaru

Internasional

Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Krisis Global

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:23 WIB