PEMUDA DAN MASYARAKAT NAGARI SIMPANG TJ NAN IV MEMINTA MENUTUP SEMENTARA OBJEK WISATA Central park YANG BERADA DI KAWASAN BUKIT CAMBAI

- Penulis

Minggu, 7 November 2021 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Solok monitor id

Minggu, 07/11/2021, Maraknya pembangunan pariwisata di kabupaten solok akhir-akhir ini memberikan angin segar bagi masyarakat terutama para penggiat-pengiat pariwisata. Akan tetapi disamping ada manfaat positif bagi kelansungan hidup masyarakat terutama di bidang ekonomi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pariwisata juga menjadi ancaman terhadap beberapa aspek kehidupan masyarakat yang lainnya, seperti terganggunya peradapan budaya, agama juga sosial masyarakat.

Tokoh masyarakat nagari simpang tj Nan IV Yaumar Khatib Marajo mengatakan ”
Untuk mendirikan objek wisata dalam suatu daerah musti dikaji betul hal-hal yang nanti akan merugikan wilayah tersebut, seperti pengaruh terhadap sosial kebudayaa,ekonomi, agama, peradapan dan lain sebagainya, apalagi objek wisata tersebut berskala internasional seperti Central park.

“Dimana akan menampung wisatawan dari seluruh penjuru dunia yang mempunyai keyakinan, agama, budaya yang berbeda tuturnya.
Ketua KAN nagari simpang tj nan IV . Mahyunar Dt Rj Nan Putieh juga mengatakan,

“Keberadaan pariwisata khusus Sentral park yang berada di kawasan bukit cambai belum ada pemberitahuan secara lisan maupun tulisan terhadap niniek mamak, KAN Nagari Simpang Tanjung Nan IV, sementara pariwisata tersebut berada di kawasan wilayat masyarakat, dan masyarakat merasa sangat terganggu terangnya.

Rusman Malin Mudo,sebagai pembina adat dan budaya dinagari Simpang Tj Nan IV, juga mengatakan, dengan berdirinya pariwisata di kenagarian simpang TJ Nan IV secara tidak lansung akan mempengaruhi budaya-budaya lokal yang selama ini menjadi panutan dalam keberlansungan hidup masyarakat, karena wisatawan yang akan datang mempunyai beragam budaya dan tentunya akan dicontoh anak-anak nagari dimasa yang akan datang, yang lebih dikuatirkan adalah masuknya wisatawan yang berbeda agama, tentunya akan mempengaruhi agama yang selama ini di anut masyarakat sementara kabupaten solok umumnya khusus nagari simpang tj nan IV kental dengan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah imbuhnya.

Baca Juga:  Operasi Lilin 2024 Akan Dimulai 21 Desember 2024 Hingga 2 Januari 2025

“Tokoh pemuda nagari simpang tj nan IV Darlis Dt Basa juga mengatakan,objeg wisata yang berada disekitaran bukit cambai sama sekali belum mempunyai kontribusi positif terhadap masyarakat yang ada disekitaran objeg wisata tersebut, sementara tujuan objeg wisata adalah bagaimana menumbuhkan kembangkan perekonomian masyarakat terangnya.

Sementara itu wawancara juga dilakukan awak media kepada Manti nagari simpang tJ nan IV Erwan efendi munas SH dt mandaro putieh menegaskan untuk sementara waktu meminta kepada yang berwenang untuk menutup objek wisata tersebut sampai ada kajian-kajian terhadap dampak yang akan merugikan dimasa yang akan datang, terutama kajian terhadap pengaruh terhadab budaya dan agama, juga tentang status kepemilikan lahan yang saat ini belum ada kejelasannya.
(Nofriyaldi.S.Sos.I.MM)07/11/2021

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPK Bedah 17 Proyek Jalan Sumbar, Temukan Ketidaksesuaian Rp1,43 Miliar
Di Bawah Kepemimpinan Syoufitri, Retribusi Dinas Perikanan dan Pangan Tiga Tahun Tak Pernah Capai Target
Tiga Eks Kader Gerindra Terima Mandat DPP PRI, Siap Perkuat Konsolidasi Politik dan Dukung Pemerintahan Prabowo hingga Daerah
Hari Bhayangkara ke-80: Ketika Kepercayaan Publik Menjadi Ukuran Tertinggi Polri Presisi
THKW Menunggu “Tuan Rumah”, OPD Jangan Main Aman
RUU Perampasan Aset Kembali Didorong Prabowo, Publik Kini Menanti Keberanian Politik DPR
Pengurus DPP IKBS 2025–2029 Resmi Dilantik, Perkuat Peran Perantau untuk Kemajuan Kampung Halaman
Syahdan Resmi Menjadi Advokat, Perkuat Akses Keadilan dan Pendampingan Hukum bagi Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:26 WIB

BPK Bedah 17 Proyek Jalan Sumbar, Temukan Ketidaksesuaian Rp1,43 Miliar

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:32 WIB

Di Bawah Kepemimpinan Syoufitri, Retribusi Dinas Perikanan dan Pangan Tiga Tahun Tak Pernah Capai Target

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:27 WIB

Tiga Eks Kader Gerindra Terima Mandat DPP PRI, Siap Perkuat Konsolidasi Politik dan Dukung Pemerintahan Prabowo hingga Daerah

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:28 WIB

Hari Bhayangkara ke-80: Ketika Kepercayaan Publik Menjadi Ukuran Tertinggi Polri Presisi

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:22 WIB

THKW Menunggu “Tuan Rumah”, OPD Jangan Main Aman

Berita Terbaru

Uncategorized

THKW Menunggu “Tuan Rumah”, OPD Jangan Main Aman

Rabu, 1 Jul 2026 - 01:22 WIB