Ditolak Warga, Ahmadi- Antos Pusing Mikir Sampah di Sungai Penuh

- Penulis

Minggu, 5 Juni 2022 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI MonitorS id

Persoalan sampah kini masih menjadi kendala yang cukup berarti bagi Pemerintah Kota Sungai Penuh dibawah kepemimpinan Wako Ahmadi Zubir dan Wawako Alvia Santoni alias Antos.

Produksi sampah yang jumlahnya mencapai puluhan ton perhari, tak tau harus dibuang kemana, karena Kota Sungai Penuh tidak memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang resmi dan memadai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Pemko Sungai Penuh mencoba melakukan pembuangan sampah di kawasan Renah Kayu Embun (RKE) sejak beberapa waktu lalu, namun mendapat penolakan keras dari warga dan tokoh masyarakat setempat, sehingga harus dihentikan.

Dan kini, anehnya lagi, Pemko Sungai Penuh secara diam- diam mencoba membuang sampah di wilayah Kabupaten Kerinci, yakni di daerah puncak KM 14 (Masuk dalam wilayah Belui Kecamatan Depati Tujuh). Jelas saja mendapat penolakan keras dari warga dan pemuda setempat, hal itupun harus dihentikan.

“Ya, pemuda empat desa di Belui sudah beramai- ramai melakukan penolakan dan memblokade jalan di lokasi yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah secara ilegal tersebut” ujar sumber, Kamis (2/5).

Baca Juga:  Masrakat Pengguna Jalan Keluhkan Kendaraan Batu Bara

Lalu, kemana limbah rumah tangga warga Kota Sungai Penuh tersebut harus dibuang ?. Kini Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir dan Wawako Antos beserta jajaran dibawahnya jelas sedang pusing memikirkan hal tersebut. Sementara, produksi sampah tiap hari tak pernah berhenti, dan jika dibiarkan akan terjadi penumpukan yang ujung- ujungnya akan memperparah keadaan di Kota Sungai Penuh.

“Kita masih kaji lokasi baru TPA sampah. Karena kapasitas sampah yang banyaknya lebih 50 ton perhari harus memiliki izin semua” ujar Kadis LH Kota Sungai Penuh saat dikonfirmasi wartawan, dikutip dari jambiekspres.co.id.

Selain sampah, persoalan banjir juga terpantau belum mampu diatasi oleh Ahmadi dan Antos. Hal itu karena masih terdapat beberapa lokasi yang masih mengalami rawan banjir akibat luapan sungai, serta terjadinya genangan air di sejumlah titik dan ruas jalan saat terjadinya hujan dengan intensitas tinggi. (***)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Lubuk Kilangan Ungkap Penimbunan Biosolar, Truk Tangki dan 10 Ton Solar Disita
Khairunnas Tegaskan Politik Harus Hadir Melayani, Bukan Sekadar Berkompetisi
Proyek Lapangan Nanggalo Tak Selesai, Harga Pipa Galvanis Dinilai Tidak Wajar
Hafni Haviz Dorong Eselon 3 Diseleksi, Perkuat Kinerja JFP Candra
Guru Honorer Rp144 Ribu, MBG Rp335 Triliun: Negara Salah Prioritas?
HUT ke-69 Jambi, Pemkot Sungai Penuh Tanam Pohon Serentak
Bupati Solok Teken R3P dengan BNPB, Rp1,98 Triliun Disiapkan Bangkitkan 12 Kecamatan Pascabencana
Bupati Solok Tunjuk 12 Plt Kepala OPD — Langkah Cepat Jaga Stabilitas Birokrasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 21:54 WIB

Polsek Lubuk Kilangan Ungkap Penimbunan Biosolar, Truk Tangki dan 10 Ton Solar Disita

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:28 WIB

Khairunnas Tegaskan Politik Harus Hadir Melayani, Bukan Sekadar Berkompetisi

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:39 WIB

Proyek Lapangan Nanggalo Tak Selesai, Harga Pipa Galvanis Dinilai Tidak Wajar

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:37 WIB

Hafni Haviz Dorong Eselon 3 Diseleksi, Perkuat Kinerja JFP Candra

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:25 WIB

Guru Honorer Rp144 Ribu, MBG Rp335 Triliun: Negara Salah Prioritas?

Berita Terbaru

Kabupaten solok

Karier Kilat dan ASN yang Terhenti, Sistem Merit Sedang Diuji

Rabu, 10 Jun 2026 - 01:45 WIB