Proyek BWSS  Bernilai Miliaran Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai Spek

- Penulis

Sabtu, 22 Januari 2022 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Dharmasraya MonitorS. Id

Dugaan pekerjaan bermasalah dan dikerjakan asal jadi  juga terjadi di proyek pembangunan sarana dan prasarana BWSS V  DI Kabupaten Darmasraya Provinsi Sumatera barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek yang dikerjakan oleh PT. Arshy Indah Kamato yang menelan anggaran sebesar 6.919..900.680.00. ( Enam miliyar sembilan ratus sembilan belas juta sembilan ratus enam ratus delapan puluh rupiah) sepertinya dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang ada hal tersebut kami dapatkan saat team MonitorS mendapatkan informasi di tengah masyarakat bahwasanya salah satu paket pekerjaan yang berada di aliran sungai batang hari memiliki banyak kejanggalan, salah satunya adalah pekerjaan banyak yang rusak padahal baru selesai dikerjakan serta sebagian batu untuk pasangan diambil dari aliran sungai batang hari.

Berdasarkan informasi yang ada ditengah masyarakat tersebut kami mencoba melakukan investigasi kelapangan, saat dilapangan apa yang disampaikan ditengah masyarakat benar adanya terlihat dari banyaknya pekerjaan yang retak sepertinya telah terjadi adukan semen yang tidak sesuai dengan spesifikasi, diduga karena jarak yang begitu jauh sehingga sangat kontraktor melaksanakan asal jadi serta buruknya bentuk pekerjaan dan lemahnya pengawasan dari pihak BWSS yang sudah ditunjuk sebagai pengawas, Seperti PPK Saidul dan Kasatker Martius atau memang sudah terjadi kongkalikong antara pihak balai dan kontraktor, sementara proyek tersebut adalah pekerjaan yang kegunaan nya dianggarkan untuk pengendalian banjir di sepanjang aliran sungai batang hari.

Menurut masrakat setempat batu yang dipergunakan sebagian juga diambil dari aliran sungai, dan hal tersebut juga ada benarnya salah satunya dengan adanya percakapan dengan Topik yang ditunjuk sebagai pelaksana lapangan, berdasarkan percakapan video yang didapatkan oleh team MonitorS untuk menelusuri dugaan pekerjaan asal jadi yang dilaksanakan oleh PT Arshy Indah Kamato.

Baca Juga:  Revitalisasi Sekolah Rp1,5 Miliar di Solok: Panitia Hanya Formalitas, Kepala Sekolah Diduga Kendalikan Proyek

Saat kami mencoba bincang bincang dengan pihak pemerintah setempat terkait masalah buruknya kwalitas pekerjaan yang kami pantau, hal tersebut juga sangat disayangkan oleh Edy Sahruni sebagai wali nagari, menurutnya hal tersebut sudah diingatkan kepada sang kontraktor supaya mengerjakan proyek ini bisa lebih baik, malahan untuk mensukseskan pekerjaan tersebut rumahnya pun dipersilahkan dipakai oleh sang kontraktor supaya lebih aman dan kalau ada permasalahan bisa terselesaikan dengan baik.

Sementara itu pihak kontraktor yang coba kami hubungi dengan nomor WA 0821 3988 …. Tidak pernah mau mengangkat tlp sementara aktif, diduga alergi dengan pihak media atau kawan kawan yang berprofesi sebagai kontrol sosial.

Menanggapi buruknya kwalitas pekerjaan Ketua Umum DPP AWDI ( Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia) Budi Wahyudin saat bincang bincang terkait buruknya kwalitas pekerjaan menyampaikan melalui media ini”

Demi terciptanya pembangunan yang lebih baik kami Meminta kepada pihak Kementerian Pekerjaan Umum untuk lebih ketat melakukan Pengawasan terhadap pekerjaan yang diserahkan kepada BWSS dan dengan tegas meminta pihak yang berkompeten mengusut dugaan proyek yang merugikan kepentingan orang banyak seperti proyek pengendalian banjir yang sudah dianggarkan di kabupaten Darmasraya Provinsi Sumatera Barat.

Team 02 /Syt/ PU

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

THKW Tak Terurus, Utang Rp1,35 Miliar Masih Membebani Neraca Kabupaten Solok
Bang Dayat: Jangan Karena Kelalaian BKPSDM dan Dinas Pendidikan, DPRD yang Disalahkan
“Polemik ” Kuali Kerajaan Mendu Nia” Pimpinan Umum MonitorS Resmi laporkan Akun Amak Chichay “
Bachtul Bachtiar: Profesi Advokat Bukan Tameng untuk Menghambat Penegakan Hukum
Dadan Hindayana CS Ditahan Kejagung, Bukti Prabowo Tak Main-Main Berantas Korupsi
Polsek Lubuk Kilangan Ungkap Penimbunan Biosolar, Truk Tangki dan 10 Ton Solar Disita
Proyek Lapangan Nanggalo Tak Selesai, Harga Pipa Galvanis Dinilai Tidak Wajar
Bupati Solok Teken R3P dengan BNPB, Rp1,98 Triliun Disiapkan Bangkitkan 12 Kecamatan Pascabencana
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:48 WIB

THKW Tak Terurus, Utang Rp1,35 Miliar Masih Membebani Neraca Kabupaten Solok

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:38 WIB

Bang Dayat: Jangan Karena Kelalaian BKPSDM dan Dinas Pendidikan, DPRD yang Disalahkan

Senin, 8 Juni 2026 - 15:10 WIB

“Polemik ” Kuali Kerajaan Mendu Nia” Pimpinan Umum MonitorS Resmi laporkan Akun Amak Chichay “

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:33 WIB

Bachtul Bachtiar: Profesi Advokat Bukan Tameng untuk Menghambat Penegakan Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:48 WIB

Dadan Hindayana CS Ditahan Kejagung, Bukti Prabowo Tak Main-Main Berantas Korupsi

Berita Terbaru