Ir.Bachtul Bachtiar: Tahun Kedua Kepemimpinan Jon Firman Pandu Harus Jadi Momentum Evaluasi Total Kinerja OPD

- Penulis

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MONITORS.ID | Kabupaten Solok

Politisi senior Kabupaten Solok yang juga kader Partai Gerindra, Ir. Bachtul Bachtiar, menilai hasil pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Solok harus dibaca sebagai alarm serius bagi Pemerintah Kabupaten Solok untuk melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.

Menurut Bachtul, berbagai catatan DPRD, mulai dari menurunnya pertumbuhan ekonomi, tingginya SiLPA, rendahnya realisasi PAD pada sejumlah OPD, hingga persoalan aset daerah, merupakan indikator bahwa efektivitas pelaksanaan program pemerintah masih perlu ditingkatkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, saat ini Pemerintahan Jon Firman Pandu telah memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya. Karena itu, fase konsolidasi birokrasi seharusnya sudah mulai bergeser menjadi fase percepatan kinerja dan penguatan pengawasan terhadap seluruh perangkat daerah.

“Saya melihat ini bukan lagi saatnya hanya menyusun program, tetapi memastikan seluruh program berjalan efektif. Tahun kedua kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu harus menjadi momentum untuk mengoptimalkan kinerja perangkat daerah. Rekomendasi DPRD harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh,” ujar Bachtul.

Menurutnya, keberhasilan seorang kepala daerah sangat ditentukan oleh kemampuan menggerakkan birokrasi. Visi, misi, dan dukungan politik yang kuat tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak diikuti kinerja OPD yang terukur, disiplin, dan mampu mengeksekusi kebijakan secara efektif.

Bachtul juga menilai secara politik kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Partai Gerindra sebagai partai yang mengusung Jon Firman Pandu. Besarnya kepercayaan masyarakat kepada Gerindra harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Baca Juga:  EMPAT TAHUN BERTURUT-TURUT, TEMUAN BBM BERMASALAH MASIH MENGHANTUI PEMKAB AGAM

“Secara politik ini juga menjadi catatan penting bagi Gerindra. Publik melihat sumber daya politik yang dimiliki pemerintahan saat ini cukup besar. Karena itu, ekspektasi masyarakat juga tinggi. Jangan sampai kekuatan politik tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi kinerja birokrasi yang efektif di tingkat perangkat daerah.”

Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar rapat koordinasi, melainkan penerapan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala terhadap seluruh OPD. Setiap kepala perangkat daerah harus memiliki target kinerja yang jelas, indikator yang terukur, serta dievaluasi secara objektif berdasarkan capaian program dan realisasi anggaran.

Menurut Bachtul, 18 rekomendasi DPRD merupakan peta jalan yang dapat dijadikan acuan oleh Bupati untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, mulai dari peningkatan PAD, optimalisasi serapan anggaran, penyelesaian persoalan aset, hingga penguatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jadikan rapor merah ini sebagai momentum perubahan, bukan sekadar dokumen paripurna. Kalau monitoring, evaluasi, dan pembinaan terhadap OPD dilakukan secara konsisten, saya optimistis pemerintahan Jon Firman Pandu masih memiliki peluang besar memperbaiki kinerja pada tahun-tahun berikutnya,” tegas Bachtul.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Solok mampu merespons catatan DPRD secara konstruktif sehingga rekomendasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan benar-benar menjadi dasar perbaikan tata kelola pemerintahan demi meningkatkan kepercayaan publik dan mempercepat pembangunan Kabupaten Solok.MS

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Solok Kirim Sinyal Keras kepada Pemkab: APBD Rp1,2 Triliun Belum Mampu Dongkrak Ekonomi, SiLPA Membengkak dan Aset Daerah Masih Semrawut
PUPR Pastikan THKW Sudah Berstatus Barang Milik Daerah, Tinggal Menunggu Penetapan OPD Pengelola
Dua Figur Senior Birokrasi Masuk Radar Sekda, Siapa Paling Mampu Menjawab Tantangan Kabupaten Solok?
Yusrial Dani Putra Pakiah Sati Resmi Daftar Pilwana Simanau, Usung Kepemimpinan yang Merangkul dan Mempersatukan
Tedi Aurora Apresiasi Pemkab Solok dan Pemprov Sumbar, Jalan Strategis Tigo Lurah Mulai Temukan Titik Terang
Yusrial Dani Putra: Pemkab Solok Tak Akan Rugi Berinvestasi di Tigo Lurah, Ini Calon Kawasan Pertumbuhan Baru Kabupaten Solok
Lampu Hijau Tigo Lurah, Nafri Sebut Ini Game Changer Pembangunan Kabupaten Solok
Reformasi Birokrasi Dimulai dari Kinerja, 59 Pejabat Administrator Kabupaten Solok Resmi Dilantik
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:26 WIB

Ir.Bachtul Bachtiar: Tahun Kedua Kepemimpinan Jon Firman Pandu Harus Jadi Momentum Evaluasi Total Kinerja OPD

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:23 WIB

DPRD Kabupaten Solok Kirim Sinyal Keras kepada Pemkab: APBD Rp1,2 Triliun Belum Mampu Dongkrak Ekonomi, SiLPA Membengkak dan Aset Daerah Masih Semrawut

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:16 WIB

PUPR Pastikan THKW Sudah Berstatus Barang Milik Daerah, Tinggal Menunggu Penetapan OPD Pengelola

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:09 WIB

Dua Figur Senior Birokrasi Masuk Radar Sekda, Siapa Paling Mampu Menjawab Tantangan Kabupaten Solok?

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:56 WIB

Yusrial Dani Putra Pakiah Sati Resmi Daftar Pilwana Simanau, Usung Kepemimpinan yang Merangkul dan Mempersatukan

Berita Terbaru