Tigo Lurah Mulai Menemukan Titik Terang, Saatnya Pemkab Solok Percepat Akselerasi Pembangunan

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arosuka, Monitors,- Harapan masyarakat Tigo Lurah untuk menikmati akses infrastruktur yang lebih baik mulai menunjukkan perkembangan positif. Terbitnya Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dari Kementerian Kehutanan untuk pembangunan dan peningkatan ruas jalan Alahan Panjang–Kiliran Jao menjadi sinyal kuat bahwa salah satu hambatan strategis pembangunan kawasan tersebut mulai teratasi.

Dokumen yang diterbitkan pemerintah pusat itu memiliki arti penting bagi masa depan Tigo Lurah. Selama ini, wilayah yang berada di bagian timur Kabupaten Solok tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan akses yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, serta mobilitas masyarakat.

Kondisi geografis yang menantang dan infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai menyebabkan potensi besar yang dimiliki Tigo Lurah belum berkembang secara optimal. Padahal kawasan tersebut memiliki sumber daya pertanian, perkebunan, peternakan, hingga potensi ekonomi lainnya yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan baru bagi Kabupaten Solok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan terbitnya persetujuan penggunaan kawasan hutan untuk ruas jalan strategis tersebut, pemerintah daerah kini memiliki peluang lebih besar untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan. Namun demikian, masyarakat tentu berharap momentum ini tidak berhenti pada tataran administrasi semata.

Pemerintah Kabupaten Solok dituntut mampu mengakselerasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bergerak lebih cepat dan terintegrasi dalam menyiapkan tahapan lanjutan pembangunan. Koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting agar peluang yang telah terbuka ini tidak terhambat oleh persoalan teknis maupun birokrasi.

Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Solok juga menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Dukungan politik anggaran, pengawasan, serta pengawalan program pembangunan harus berjalan seiring demi memastikan proyek strategis tersebut memperoleh perhatian yang memadai dalam perencanaan pembangunan daerah.

Baca Juga:  Laporan Sudah Didisposisi Bupati dan Sekda, Fitri Sadilla Pertanyakan Transparansi Penanganan Kasusnya

Tidak kalah penting, Pemerintah Kabupaten Solok perlu membangun komunikasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta anggota DPR RI asal Sumatera Barat. Mengingat pembangunan infrastruktur berskala besar membutuhkan dukungan pendanaan yang tidak sedikit, kolaborasi lintas tingkatan pemerintahan menjadi kunci percepatan realisasi program.

Sejumlah kalangan menilai bahwa pembangunan akses jalan menuju Tigo Lurah bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Jalan merupakan urat nadi pembangunan yang akan membuka keterisolasian wilayah, menekan biaya transportasi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Apabila akses jalan semakin baik, maka peluang investasi, pengembangan sektor pertanian, peternakan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat diyakini akan tumbuh lebih cepat. Efek berganda inilah yang selama bertahun-tahun dinantikan oleh masyarakat Tigo Lurah.

Momentum yang terbuka saat ini menjadi ujian sekaligus peluang bagi seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat tentu berharap pemerintah daerah, DPRD, pemerintah provinsi, hingga wakil rakyat di tingkat pusat mampu menyatukan langkah untuk memperjuangkan percepatan pembangunan kawasan tersebut.

Kini titik terang mulai terlihat. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh proses berjalan konsisten hingga pembangunan benar-benar terwujud dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebab bagi warga Tigo Lurah, pembangunan jalan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan jalan menuju peningkatan kesejahteraan, pemerataan pembangunan, dan masa depan yang lebih baik.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dodi Hendra Dipercaya Jadi Waketum PPNK Angkatan 72 Lemhannas RI, Kiprah Politik dan Organisasi Kian Diperhitungkan
Program Solok Bersih di Persimpangan, Amanat Perda Bertambah, Anggaran Terbatas, Saatnya Sinkronisasi Kebijakan
Disdikpora Solok Mulai Tindak Lanjuti Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025, Pemanggilan Bertahap Kepala Sekolah Jadi Sorotan
Gerakan Solok Bersih: Antara Komitmen dan Realitas di Kompleks Perkantoran Arosuka
Kadisparbud Kabupaten Solok Marcos Sophan, S.Pt., M.Si.: Warga Sekitar Tidak Dipungut Retribusi di Gerbang Alpha Resort
Episode 2 | SiLPA Rp47,6 Miliar dan Temuan BPK 2025, Alarm Serius Tata Kelola APBD Kabupaten Solok
OTT KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Kuansing, Bupati dan Sekda Resmi Jadi Tersangka
BPK Bedah 17 Proyek Jalan Sumbar, Temukan Ketidaksesuaian Rp1,43 Miliar
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:07 WIB

Dodi Hendra Dipercaya Jadi Waketum PPNK Angkatan 72 Lemhannas RI, Kiprah Politik dan Organisasi Kian Diperhitungkan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:52 WIB

Program Solok Bersih di Persimpangan, Amanat Perda Bertambah, Anggaran Terbatas, Saatnya Sinkronisasi Kebijakan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:47 WIB

Disdikpora Solok Mulai Tindak Lanjuti Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025, Pemanggilan Bertahap Kepala Sekolah Jadi Sorotan

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:45 WIB

Gerakan Solok Bersih: Antara Komitmen dan Realitas di Kompleks Perkantoran Arosuka

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:58 WIB

Kadisparbud Kabupaten Solok Marcos Sophan, S.Pt., M.Si.: Warga Sekitar Tidak Dipungut Retribusi di Gerbang Alpha Resort

Berita Terbaru