“Polemik Status PLT Kepsek, Nasib Ribuan Siswa di Kabupaten Solok Dipertanyakan”

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Solok ,MonitorS.id

Persoalan belum definitifnya kepala sekolah di sejumlah sekolah di Kabupaten Solok mulai memunculkan kekhawatiran berbagai pihak. Diperkirakan hampir 100 sekolah saat ini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (PLT) kepala sekolah, bahkan sebagian di antaranya telah berlangsung selama hampir satu tahun.

Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar terhadap keberlangsungan tata kelola pendidikan di Kabupaten Solok, terutama menjelang berakhirnya tahun ajaran dan proses kenaikan kelas siswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekhawatiran semakin mengemuka terhadap nasib ribuan peserta didik, khususnya siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjangnya masing-masing. Masyarakat mulai mempertanyakan bagaimana kedudukan administrasi pendidikan mereka, termasuk terkait penerbitan dan legalitas ijazah bagi para lulusan.

“Jangan sampai persoalan jabatan kepala sekolah yang berlarut-larut justru berdampak terhadap hak-hak siswa. Pendidikan tidak boleh menjadi korban akibat lambannya penetapan kepala sekolah definitif,” ujar sejumlah pemerhati pendidikan.

Baca Juga:  Relawan Terluka di Dapur MBG Solok, Penguatan Keselamatan Kerja SPPG Dinilai Mendesak

Status PLT yang berkepanjangan dinilai berpotensi mengganggu efektivitas pengambilan keputusan di sekolah. Selain itu, ketidakpastian tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap pelaksanaan program pendidikan, manajemen sekolah, hingga pelayanan kepada peserta didik.

Hingga kini, pergantian maupun penetapan kepala sekolah definitif di sekitar 100 sekolah tersebut masih menjadi tanda tanya. Belum ada penjelasan resmi mengenai kapan proses pengisian jabatan kepala sekolah akan diselesaikan.q

Publik pun berharap Bupati Solok, Jon Firman Pandu, bersama jajaran terkait segera memberikan kepastian agar dunia pendidikan di Kabupaten Solok tidak terus berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.

Sebab, di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, nasib ribuan siswa semestinya menjadi prioritas utama yang tidak boleh terabaikan oleh persoalan administratif dan kebijakan yang berlarut-larut. MS

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel monitors.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mevrizal: Unjuk Rasa Adalah Hak Konstitusional, Anarkisme Bukan Solusi
Mevrizal: Unjuk Rasa Adalah Hak Konstitusional, Anarkisme Bukan Solusi
“Menghidupkan Kembali Ingatan Nagari: Sejarah Sawah Paagiah Makan Dagang Pulang Pai di Cupak”
Dari Kuali Sakral Hingga Tabung Gas Sakral: Ketika Cerita Kecil Menjadi Drama Besar
Ketua ARUN Sumbar: Kasus Fitri Sadilla Bukan Soal Jabatan, Tapi Kredibilitas Pemerintahan
Muncul Screenshot WA Pribadi, Kecurigaan Syafri Tanjung terhadap Aktor di Balik Akun Amak Chichay Menguat
Meritokrasi atau Kedekatan? Tanda Tanya di Balik Mandeknya TPK dan Kekhawatiran Pembegalan Karier ASN
Relawan Terluka di Dapur MBG Solok, Penguatan Keselamatan Kerja SPPG Dinilai Mendesak
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:38 WIB

“Polemik Status PLT Kepsek, Nasib Ribuan Siswa di Kabupaten Solok Dipertanyakan”

Jumat, 12 Juni 2026 - 02:21 WIB

Mevrizal: Unjuk Rasa Adalah Hak Konstitusional, Anarkisme Bukan Solusi

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:45 WIB

“Menghidupkan Kembali Ingatan Nagari: Sejarah Sawah Paagiah Makan Dagang Pulang Pai di Cupak”

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:30 WIB

Dari Kuali Sakral Hingga Tabung Gas Sakral: Ketika Cerita Kecil Menjadi Drama Besar

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:39 WIB

Ketua ARUN Sumbar: Kasus Fitri Sadilla Bukan Soal Jabatan, Tapi Kredibilitas Pemerintahan

Berita Terbaru